sejarah olahraga jemparingan
SEJARAH JEMPARINGAN

Yogyakarta, Maret, 2015. Sore itu kami baru ‘momong-bocah’, kebetulan lewat di samping lapangan Minggiran, kampung Suryodiningratan, Yogyakarta.
Sore itu panas-terik, tampak beberapa Bapak berkaos & celana-training sedang memanah sambil duduk bersila.
40 tahun lebih saya tinggal di Yogyakarta, belum pernah melihat-langsung ada orang memanah.
Anak2 kami juga heran, bahkan kami berhenti di lapangan, dan anak2 ikutan meniru gaya memanah dg ranting-pohon yg mereka temukan di pinggir lapangan.
.
Ternyata ada yg anak-anak…

Besoknya kami & anak-anak lewat lagi di lapangan Minggiran, bertemu dg pasangan suami-istri: bu Ninik & pak Joko Lelono.
Mereka tiap hari bisa ditemui sedang latihan panahan. Yup, TIAP HARI ! Walaupun panas-terik, sering kami lihat bu Ninik siang tiduran di pinggir lapangan, sedang pak Joko mereparasi peralatan panahan.
Anak-anak kami segera akrab dg bu Ninik & pak Joko. Dan kami sebagai orang-tua bisa melihat: Wah ini orang-orang yg disiplin, supel dg anak-anak, dan ..anak-anak kami juga suka ngobrol & bercanda dg mereka.
Akhirnya, setelah berdiskusi bersama, kami SEKELUARGA sepakat bareng-bareng mo jadi atlit panahan Yogyakarta (seperti bu Ninik & pak Joko). Tidak ada coba-coba, atau manja-manja hampir tiap hari anak2 mainnya di lap. Minggiran… PANAHAN.
… baca selanjutnya
Komentar
Posting Komentar